| Monday, February 25, 2008 |
| Cinta |
Cinta memang amat berkuasa atas batin seseorang dan setiap orang manusia tidak akan pernah bebas
dari godaan cinta. Cinta dapat membuat seseorang menjadi bahagia,akan tetapi sebaliknya dapat pula membuat seseorang menjadi sengsara. Demikianlah sifat cinta manusia. Cinta manusia berpamrih. Cinta manusia ingin selau mendapatkan, ingin menguasai, ingin memiliki, ingin disenangkan. Itulah pamrihnya. Seperti juga cinta Budhidharma terhadap Niken Sasi atau sebaliknya. Mereka saling mencinta karena saling membutuhkan,saling tertarik. Mereka ingin menikmati kesenangan dari masing-masing. Tentu saja cinta seperti ini dapat mendatangkan kesenangan dan juga kesengsaraan. Senang apabila keinginan hati terpenuhi, sebaliknya kecewa sengsara kalau keinginan hati tidak terpenuhi. Budhidharma merasa berbahagia karena cintanya terbalas. Dia tentu akan merasa sengsara andaikata cintanya tidak terbalas! Dan cinta seperti yang kita kenal selama dalam kehidupan ini adalah cinta seperti itulah. Cinta berpamrih. Seperti jual beli. Baik cinta terhadap kekasih, terhadap sahabat, terhadap anak,atau terhadap siapapun. Masih adakah cinta kita terhadap kekasih kalau sang kekasih itu tidak membalas cinta kita, kalau kekasih itu berpaling kepada orang lain? Masih adakah cinta kita kepada sahabat kalau sahabat itu melakukan hal yang merugikan kita? Masih adakah cinta kita kepada anak kalau si anak itu tidak menurut dan bahkan durhaka terhadap kita ? Dan masih banyak contohnya lagi. Kita mencintai seseorang karena kebaikannya, karena kepandaiannya,karena kecantikan atau ketampanannya,karena kedudukan atau hartanya. Kita bukan mencinta karena ORANGNYA. Kalau kita mencinta orangnya, mencinta dengan sepenuhnya, maka segala kekurangan dan cacat-celanya juga akan kita terima dengan hati terbuka.
Cinta Tuhan adalah cinta suci yang tidak berpamrih. Melalui alam ciptaNya, Tuhan melimpahkan kasih sayangnya kepada kita semua. Tuhan itu memberi, memberi dan memberi. Tidak pernah minta, namun segala sesuatu, tanpa kecuali, akhirnya akan kembali juga kepadaNya. Seperti cinta Tuhan melalui bumi. Bumi itu hanya memberi dan memberi tidak pernah minta,akan tetapi akhirnya semua akan kembali kepada Bumi. Demikianlah Kasih Tuhan. Tidak memilih, tidak bersyarat. Setangkai bunga mawar sama harumnya dalm penciuman seorang pendeta atau seorang penjahat,dalam penciuman seorang raja atau seorang pengemis. Kicau burung sama merdunya dalam pendengaran seorang pandai maupun seorang bodoh, seorang bangsawan maupun seorang dusun.
Kalau sudah merenungkan semua itu dan membuka mata melihat “cinta” kita terhadap siapa saja, akan nampak betapa dangkalnya cinta yang tadinya kita agung-agungkan. Dan berbahagialah orang yang setelah menyadari akan hal ini dapat berubah. Selama cinta kita tidak berubah, masih berpamrih, selama itupula cinta kita terumbang-ambingkan kebahagian akan tetapi dapat pula mendatangkan penderitaan.
Baca Selanjutnya!
|
posted by Hasby Alby @ 5:53 AM  |
|
|
|
| Wednesday, February 20, 2008 |
| Untuk Ummi dan aBa keluarga |
Untuk Ummi dan aBa keluarga
aBa, Ummi....... sudah bukan aku anak-anak seperti dulu ada masa aku harus mencoba berdiri menikmati hembusan angin bahkan terpaan badai untukku syarat mencapai gelar dewasa
Ummi, aba......... Sudah bukan saat aku masih seperti dulu dalam dekap lindungan tangan keduamu cukup, kali ini dengan doa, dengan senyuman lewat gelombang kasih sayang
Aku masih aku tidak lepas dari yang namanya anak-ibu-ayah
Aku masih aku yang saat ini telah Kalian hantarkan menuju pintu antara Ingatkah....ayah, ibu?
Jangan kodisikan aku, terus dalam batas antara sekalipun aku telah melewatinya aku masih aku
Aba, Ummi...... ada satu kondisi dimana aku harus memilih saat keduanya benar menghantam dan maaf, jika kupilih dia. Bukan sebatas nafsu atau kehilapan yang disengaja tapi memang itu aturannya Ingatkah abah, Ummi......... Kalian yang menghantarkan aku dan karena kalian dengan izinNya ku ada di batas itu
Aba, ummi......... Seribu sayang, lebih dan lebih untuk kalian Doakan aku dengan cinta dan sayang mendekati wanita sholehah bukan hanya dimata kalian namun juga dimata yang sudah keharusan aku kepadanya sudah tentu kepada yang menciptakan aku, kalian, dia dan semua
aba , ummi....... kudendangkan berkali dendang sang pencinta semoga angin menyampaikan bukannya topan yang menggulung
Baca Selanjutnya!
|
posted by Hasby Alby @ 4:14 AM  |
|
|
|
|
|
|